Lewati ke konten
Penulisan AkademikUmumSarjana (S1) / Magister (S2)

Sitasi APA 7 untuk Mahasiswa: Contoh Kutipan dalam Teks dan Daftar Pustaka

Panduan sitasi APA 7 untuk mahasiswa S1 dan S2 di Indonesia, lengkap dengan contoh kutipan dalam teks, parafrase, kutipan langsung, dan daftar pustaka.

Texio Academic Writing Team16 mnt baca
Enam kartu sumber terhubung ke kutipan kecil — sitasi APA 7
Kartu sumber dan garis penghubung menunjukkan hubungan antara kutipan dalam teks dan daftar pustaka APA 7.

Sitasi APA 7 memakai sistem penulis-tahun: nama belakang penulis dan tahun muncul di dalam teks, lalu rincian sumber lengkap ditulis di daftar pustaka. Mahasiswa perlu mencocokkan setiap kutipan dalam teks dengan satu entri daftar pustaka, menjaga ejaan nama, tahun, judul, DOI, dan URL tetap konsisten.

Sitasi APA 7 untuk mahasiswa: contoh kutipan dalam teks dan daftar pustaka

Kamu sudah menulis beberapa paragraf, tetapi dosen pembimbing menandai catatan yang sama berkali-kali: “sumbernya mana?”, “format APA belum konsisten”, atau “daftar pustaka tidak cocok dengan kutipan.” Masalahnya sering bukan karena kamu tidak membaca sumber, melainkan karena cara memasukkan sumber ke teks masih campur aduk. Ada yang memakai nama depan, ada yang menulis semua penulis, ada yang lupa tahun, ada pula yang menyalin URL panjang tanpa format yang jelas. Dalam budaya skripsi, tesis magister, dan makalah kuliah di Indonesia, sitasi APA 7 sering menjadi penilaian teknis yang terlihat kecil, tetapi bisa membuat draf tampak tidak rapi. Panduan ini berangkat dari kebingungan itu: bagaimana menulis kutipan yang benar tanpa membuat paragraf terasa penuh tanda kurung?

Sitasi APA 7 memakai pola penulis-tahun: nama belakang penulis dan tahun ditulis di dalam teks, sedangkan rincian lengkap sumber muncul di daftar pustaka. Kuncinya bukan menghafal semua variasi, tetapi memastikan setiap sumber yang dikutip di paragraf punya pasangan yang sama persis di daftar pustaka. Jika nama, tahun, judul, DOI, dan URL konsisten, draf akademikmu akan lebih mudah diperiksa dan direvisi.

Dalam panduan ini

Apa itu sitasi APA 7 dan kapan mahasiswa perlu memakainya?

Sitasi APA 7 adalah aturan penulisan sumber dari Publication Manual of the American Psychological Association edisi ke-7. Gaya ini banyak dipakai di psikologi, pendidikan, keperawatan, kesehatan masyarakat, komunikasi, bisnis, dan beberapa program ilmu sosial. Mahasiswa perlu memakainya ketika instruksi tugas, pedoman fakultas, jurnal rujukan, atau dosen meminta “APA 7”, “APA edisi 7”, atau “American Psychological Association 7th edition”.

Definisi pendek yang perlu kamu pegang

Sitasi dalam teks adalah tanda sumber singkat di dalam paragraf, biasanya berisi nama belakang penulis dan tahun, misalnya “(Santoso, 2022)”. Daftar pustaka adalah daftar lengkap semua sumber yang benar-benar dikutip dalam draf, diletakkan di bagian akhir tulisan. DOI adalah pengenal digital artikel ilmiah yang biasanya ditulis dalam bentuk tautan, misalnya https://doi.org/....

Dalam gaya APA, pembaca harus bisa bergerak dari kutipan dalam teks ke daftar pustaka tanpa bingung. Jika paragraf menyebut “Rahman (2021)”, daftar pustaka harus memuat entri Rahman tahun 2021. Jika daftar pustaka memuat artikel yang tidak pernah dikutip, dosen bisa menganggap daftar itu belum dibersihkan.

Mengapa APA 7 terasa membingungkan?

Kebingungan muncul karena APA 7 mengatur banyak detail kecil: jumlah penulis, huruf kapital judul, judul jurnal, nomor volume, nomor isu, halaman, DOI, dan URL. Di sisi lain, mahasiswa sering mengumpulkan sumber dari Google Scholar, repositori kampus, situs organisasi, dan artikel jurnal sekaligus. Setiap tempat menampilkan metadata dengan format berbeda.

Masalah bertambah ketika mahasiswa menyalin sitasi otomatis tanpa memeriksa ulang. Google Scholar, Zotero, Mendeley, atau fitur sitasi jurnal dapat membantu, tetapi metadata sering tidak sempurna. Nama penulis bisa terbalik, judul artikel bisa memakai kapitalisasi keliru, atau DOI tidak muncul. Karena itu, aturan dasar tetap perlu dipahami meskipun kamu memakai alat bantu referensi.

Bagaimana cara menulis sitasi APA 7 di dalam teks?

Cara menulis sitasi APA 7 di dalam teks bergantung pada posisi nama penulis dalam kalimat. Jika nama penulis menjadi bagian dari kalimat, tulis tahun dalam tanda kurung setelah nama; jika sumber hanya mendukung klaim, tulis nama dan tahun bersama di akhir klaim. Untuk tiga penulis atau lebih, APA 7 memakai “et al.” sejak kutipan pertama.

Dua pola utama: naratif dan parentetik

Sitasi naratif menempatkan nama penulis sebagai bagian dari kalimat. Contohnya: “Sari (2021) menemukan bahwa dukungan teman sebaya berkaitan dengan motivasi belajar mahasiswa.” Pola ini cocok ketika kamu ingin menekankan siapa yang menyatakan temuan tersebut.

Sitasi parentetik menempatkan sumber di dalam tanda kurung. Contohnya: “Dukungan teman sebaya berkaitan dengan motivasi belajar mahasiswa (Sari, 2021).” Pola ini cocok ketika kamu ingin menekankan gagasan, temuan, atau argumen, bukan nama penelitinya.

Untuk satu penulis, tulis nama belakang dan tahun: “(Wibowo, 2020)”. Untuk dua penulis, gunakan tanda “&” di dalam tanda kurung: “(Wibowo & Lestari, 2020)”, tetapi gunakan “dan” dalam kalimat naratif berbahasa Indonesia: “Wibowo dan Lestari (2020)”. Untuk tiga penulis atau lebih, tulis penulis pertama diikuti “et al.”: “(Pratama et al., 2023)”.

Langkah praktis menulis kutipan dalam teks

Gunakan proses singkat ini saat memasukkan sumber ke paragraf:

  1. Tentukan klaim yang membutuhkan dukungan sumber.
  2. Buka artikel atau buku asli, bukan hanya catatan ringkas.
  3. Catat nama belakang penulis, tahun, dan halaman jika kamu mengutip langsung.
  4. Pilih pola naratif atau parentetik sesuai alur kalimat.
  5. Masukkan kutipan sedekat mungkin dengan klaim yang didukung.
  6. Periksa apakah sumber yang sama sudah masuk ke daftar pustaka.

Contoh di bidang psikologi: “Regulasi emosi berhubungan dengan tingkat stres akademik mahasiswa tahun pertama (Nugroho & Amalia, 2022).” Jika nama penulis penting karena kamu sedang membandingkan teori, tulis: “Nugroho dan Amalia (2022) mengaitkan regulasi emosi dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama.”

Bagaimana format sitasi APA untuk kutipan langsung dan parafrase?

Format sitasi APA untuk parafrase cukup memakai nama penulis dan tahun, sedangkan kutipan langsung perlu menambahkan nomor halaman atau lokasi spesifik. Parafrase tetap membutuhkan sitasi karena gagasan berasal dari sumber lain, meskipun kalimatnya kamu tulis sendiri. Kutipan langsung sebaiknya dipakai hemat, terutama ketika redaksi asli sangat penting atau sulit diganti tanpa mengubah makna.

Parafrase bukan mengganti beberapa kata

Parafrase berarti menulis ulang gagasan sumber dengan struktur kalimat dan pemahamanmu sendiri. Mengganti “signifikan” menjadi “bermakna” sambil mempertahankan susunan kalimat asli belum cukup. Dalam penulisan akademik, parafrase yang baik tetap menyebut sumber dan menghubungkannya dengan argumen paragraf.

Contoh lemah:

Lemah: Motivasi belajar adalah faktor yang sangat penting dalam keberhasilan akademik karena mahasiswa yang termotivasi akan lebih rajin dan lebih fokus (Putri, 2020).

Kalimat itu terlalu umum dan sumber ditempel di akhir tanpa menjelaskan temuan spesifik. Versi yang lebih kuat:

Lebih kuat: Putri (2020) menunjukkan bahwa motivasi belajar berkaitan dengan keteraturan mahasiswa dalam mengikuti jadwal belajar mingguan, bukan hanya dengan keinginan memperoleh nilai tinggi.

Versi kedua lebih jelas karena menyebut aspek motivasi yang diukur dan hasil yang dibahas.

Kutipan langsung perlu halaman

Kutipan langsung memakai kata-kata persis dari sumber. Dalam APA 7, kutipan langsung memerlukan halaman, misalnya “(Putri, 2020, p. 45)” untuk sumber berbahasa Inggris atau “(Putri, 2020, hlm. 45)” jika pedoman kampus mengizinkan padanan Indonesia. Banyak kampus Indonesia menerima “hlm.” dalam naskah berbahasa Indonesia, tetapi tetap cek pedoman fakultas.

Contoh: Putri (2020) menyatakan bahwa “motivasi belajar tidak dapat dipisahkan dari persepsi mahasiswa terhadap dukungan akademik” (hlm. 45). Jika sumber tidak memiliki halaman, seperti laman web, gunakan bagian, paragraf, atau stempel waktu jika tersedia. Jangan menaruh kutipan langsung panjang hanya untuk memenuhi jumlah kata; dosen biasanya lebih menghargai parafrase dan sintesis yang menunjukkan pemahaman.

Bagaimana cara membuat contoh daftar pustaka APA yang rapi?

Daftar pustaka APA 7 disusun alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama, bukan berdasarkan urutan kemunculan di teks. Setiap entri berisi penulis, tahun, judul, dan informasi publikasi. Untuk artikel jurnal, elemen pentingnya adalah nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, volume, isu, halaman, dan DOI jika ada.

Pola dasar artikel jurnal, buku, dan laman web

Untuk artikel jurnal, pola umumnya:

Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel dengan kapitalisasi kalimat. Nama Jurnal, volume(isu), rentang halaman. DOI

Contoh daftar pustaka APA untuk artikel jurnal:

Sari, M. P., & Hidayat, R. (2021). Dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan Komunitas, 9(2), 115–126. https://doi.org/10.xxxx/jkk.2021.115

Untuk buku:

Rahardjo, S. (2020). Metode penelitian sosial. Pustaka Akademik.

Untuk bab buku:

Wijaya, A. (2019). Literasi digital dalam pembelajaran tinggi. Dalam R. Lestari (Ed.), Inovasi pendidikan Indonesia (hlm. 55–72). Penerbit Nusantara.

Untuk laman web organisasi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pencegahan anemia pada remaja. https://contoh.go.id/pedoman-anemia

Detail yang sering menentukan kerapian

Dalam APA 7, judul artikel memakai kapitalisasi kalimat: hanya kata pertama judul, kata pertama setelah titik dua, dan nama diri yang memakai huruf kapital. Nama jurnal memakai huruf kapital sesuai nama resminya dan ditulis miring. Volume juga ditulis miring, sedangkan nomor isu berada dalam tanda kurung dan tidak miring.

Jika kamu sedang menyusun tinjauan pustaka, kualitas sumber sama pentingnya dengan format. Artikel Jaringan sumber akademik dengan pemeriksaan DOI dapat membantu memilah sumber jurnal, buku, dan laman institusional sebelum kamu memasukkannya ke daftar pustaka. Setelah sumber terkumpul, pakai daftar pustaka bukan sebagai tempat menumpuk bacaan, melainkan sebagai rekam jejak sumber yang benar-benar dipakai dalam argumen.

Apa perbedaan sitasi APA 7 yang lemah dan yang kuat?

Sitasi APA 7 yang lemah biasanya hanya ditempel di akhir kalimat umum, tidak jelas mendukung klaim mana, atau tidak cocok dengan daftar pustaka. Sitasi yang kuat ditempatkan dekat dengan gagasan yang didukung, memakai format penulis-tahun yang tepat, dan membantu pembaca melihat hubungan antara sumber dan argumen. Perbedaannya terlihat bukan hanya pada tanda kurung, tetapi pada cara sumber dipakai dalam paragraf.

Perbandingan versi mahasiswa dan revisinya

Tabel berikut menunjukkan contoh konkret yang sering muncul dalam draf makalah, skripsi, atau tesis magister.

SituasiVersi lemahVersi lebih kuat
Klaim psikologi pendidikanMotivasi sangat memengaruhi prestasi mahasiswa (Andi, 2020).Pratama (2020) menemukan bahwa motivasi intrinsik berkaitan dengan konsistensi belajar mingguan mahasiswa, yang kemudian berhubungan dengan capaian akademik.
Dua penulisPenelitian menunjukkan pasien kurang patuh minum obat (Sari dan Budi, 2021).Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh pemahaman instruksi pulang dan dukungan keluarga (Sari & Budi, 2021).
Tiga penulis atau lebih(Wibowo, Lestari, Hasan, 2022)(Wibowo et al., 2022)
Kutipan langsung“Kepuasan kerja dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan” (Nugraha, 2019).Nugraha (2019) menyatakan bahwa “kepuasan kerja dipengaruhi oleh persepsi karyawan terhadap konsistensi gaya kepemimpinan” (hlm. 88).
Daftar pustakaSumber di teks: Rahmawati (2021), tetapi daftar pustaka menulis Rachmawati (2020).Nama dan tahun disamakan: Rahmawati (2021) di teks dan Rahmawati, D. (2021) di daftar pustaka.

Sumber harus berfungsi, bukan sekadar hadir

Kutipan yang baik menjawab pertanyaan: “Bagian mana dari kalimat ini yang didukung oleh sumber?” Jika satu paragraf berisi tiga klaim berbeda, satu sitasi di akhir paragraf mungkin tidak cukup. Sebaliknya, setiap kalimat tidak harus diberi sitasi jika beberapa kalimat masih membahas temuan yang sama dari sumber yang sama.

Perhatikan juga hubungan antara sumber. Jika kamu menulis tinjauan pustaka, jangan hanya membuat daftar “Menurut A, menurut B, menurut C.” Gunakan sumber untuk membangun pola, perbedaan, atau celah. Pembahasan tentang Peta sumber dan celah penelitian dalam tinjauan pustaka berguna ketika kamu mulai mengubah kutipan terpisah menjadi argumen yang tersusun.

Kesalahan apa yang sering dilakukan mahasiswa saat menulis sitasi APA 7?

Kesalahan sitasi APA 7 yang paling sering muncul adalah format penulis-tahun yang tidak konsisten, parafrase terlalu mirip sumber asli, daftar pustaka tidak cocok dengan kutipan, dan penggunaan sumber tidak kredibel. Kesalahan ini biasanya terjadi saat mahasiswa menulis cepat menjelang tenggat, menyalin sitasi otomatis, atau menggabungkan sumber dari banyak tempat. Perbaikannya membutuhkan pemeriksaan pasangan: kutipan di teks, entri daftar pustaka, dan dokumen sumber asli.

Lima kesalahan yang perlu kamu cek

  1. Memakai nama depan penulis di kutipan dalam teks
    Contoh mahasiswa: “(Rina, 2021) menyatakan bahwa kepuasan pasien meningkat.”
    Koreksi: gunakan nama belakang sesuai publikasi, misalnya “(Lestari, 2021)” atau “Lestari (2021)”.

  2. Menulis semua penulis untuk sumber dengan tiga penulis atau lebih
    Contoh mahasiswa: “(Wibowo, Santoso, Prameswari, & Halim, 2022)” muncul berkali-kali.
    Koreksi: dalam kutipan APA edisi 7, tulis “(Wibowo et al., 2022)” sejak kutipan pertama.

  3. Membuat parafrase yang hanya mengganti sinonim
    Contoh mahasiswa: sumber asli menulis “dukungan keluarga meningkatkan kepatuhan pasien”, lalu draf menulis “bantuan keluarga menaikkan ketaatan pasien” dengan sitasi.
    Koreksi: pahami temuan, ubah struktur kalimat, dan jelaskan konteks: “Sari dan Hidayat (2021) mengaitkan keterlibatan keluarga dalam jadwal kontrol dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi.”

  4. Daftar pustaka memuat sumber yang tidak dikutip
    Contoh mahasiswa: daftar pustaka berisi 45 sumber, tetapi hanya 22 yang muncul di bab pembahasan.
    Koreksi: hapus sumber yang tidak dipakai atau masukkan sumber tersebut secara relevan jika memang mendukung argumen.

  5. Mengutip sumber sekunder seolah-olah membaca sumber asli
    Contoh mahasiswa: membaca teori Bandura dari artikel orang lain, lalu menulis “Bandura (1997)” tanpa membuka buku atau artikel aslinya.
    Koreksi: cari sumber asli jika memungkinkan; jika tidak, gunakan format sumber sekunder sesuai pedoman dan jangan berpura-pura membaca dokumen asli.

Mengapa kesalahan kecil bisa mengganggu kredibilitas?

Dosen sering membaca sitasi sebagai tanda kedisiplinan akademik. Jika format sitasi APA berantakan, pembaca bisa meragukan ketelitian bagian lain, termasuk metode, data, atau analisis. Ini tidak berarti isi tulisan otomatis salah, tetapi beban pembaca bertambah karena mereka harus menebak sumber mana yang kamu maksud.

Kesalahan sumber juga makin serius ketika kamu memakai bantuan AI atau generator sitasi. Alat bantu bisa mempercepat perapian draf, tetapi sumber tetap harus diverifikasi. Artikel Peta verifikasi sumber AI membahas mengapa nama penulis, judul, DOI, dan jurnal perlu dicek sebelum masuk ke tulisan.

Bagaimana memakai sitasi APA 7 dalam skripsi, tesis, dan makalah kuliah?

Dalam skripsi, tesis magister, dan makalah kuliah, sitasi APA 7 dipakai untuk menandai asal teori, temuan penelitian, definisi konsep, instrumen, dan data sekunder. Bagian pendahuluan biasanya membutuhkan sumber untuk latar belakang dan research gap, sedangkan tinjauan pustaka membutuhkan sumber yang lebih terorganisasi. Pada metode dan pembahasan, sitasi dipakai untuk membenarkan pilihan prosedur dan membandingkan temuan.

Contoh bidang psikologi dan ilmu sosial

Dalam skripsi psikologi tentang hubungan dukungan sosial dan stres akademik mahasiswa rantau, sitasi diperlukan untuk definisi “dukungan sosial”, alat ukur stres, dan temuan sebelumnya. Contoh kalimat: “Dukungan sosial teman sebaya dapat mengurangi persepsi tekanan akademik pada mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga (Utami & Prakoso, 2021).” Jika kamu membandingkan beberapa temuan, sitasi bisa digabung: “Beberapa studi mengaitkan dukungan sosial dengan stres akademik, tetapi indikator dukungan yang dipakai berbeda-beda (Nugroho, 2020; Utami & Prakoso, 2021; Wibawa et al., 2022).”

Pada bagian ini, jumlah referensi tidak harus sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah relevansi dan posisi setiap sumber. Untuk memperkirakan kecukupan sumber, kamu bisa membaca Peta sitasi untuk menentukan jumlah referensi karya ilmiah.

Contoh bidang kesehatan dan keperawatan

Dalam tugas keperawatan tentang kepatuhan minum obat pasien hipertensi setelah pulang dari rumah sakit, sitasi mendukung faktor risiko, pedoman edukasi pasien, dan hasil penelitian terdahulu. Contoh: “Edukasi pulang yang disertai jadwal tertulis berkaitan dengan kepatuhan kontrol pasien hipertensi lansia (Sari & Hidayat, 2021).”

Jika kamu menggunakan pedoman dari organisasi kesehatan, format daftar pustakanya berbeda dari artikel jurnal. Nama organisasi dapat menjadi penulis. Jangan memaksakan semua sumber menjadi format jurnal jika dokumennya berupa laporan, pedoman klinis, atau laman kebijakan. Pastikan juga URL aktif dan tanggal publikasi jelas; jika tidak ada tanggal, gunakan “n.d.” sesuai aturan APA.

Contoh bidang pendidikan dan manajemen

Dalam penelitian pendidikan tentang penggunaan umpan balik digital pada kelas bahasa Inggris SMA, sitasi diperlukan untuk teori umpan balik, platform pembelajaran, dan studi empiris terkait. Contoh: “Umpan balik tertulis yang spesifik membantu siswa memperbaiki struktur argumen dalam tugas menulis (Rahmawati, 2022).”

Dalam manajemen, misalnya makalah tentang gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja karyawan ritel, sitasi mendukung definisi variabel dan relasi antarvariabel. Contoh: “Kepemimpinan transformasional dikaitkan dengan kepuasan kerja ketika karyawan memersepsikan atasan sebagai konsisten dalam memberi arahan dan pengakuan (Nugraha & Setiawan, 2020).” Kalimat seperti ini lebih baik daripada “kepemimpinan itu penting” karena sumber mendukung klaim yang spesifik.

Bagaimana mengecek sitasi APA 7 sebelum draf dikumpulkan?

Cek sitasi APA 7 dengan mencocokkan setiap kutipan dalam teks dengan daftar pustaka, memeriksa format penulis-tahun, dan membuka kembali sumber asli untuk metadata penting. Pemeriksaan paling aman dilakukan setelah isi draf stabil, bukan saat kamu masih memindahkan paragraf besar-besaran. Fokuskan pengecekan pada konsistensi, kelengkapan, dan kredibilitas sumber.

Urutan pemeriksaan yang efisien

Mulai dari kutipan dalam teks. Gunakan fitur pencarian dokumen untuk menemukan tanda kurung tahun, misalnya “2021)” atau “et al.”. Buat daftar cepat nama penulis dan tahun yang muncul. Setelah itu, bandingkan dengan daftar pustaka.

Lanjutkan ke daftar pustaka. Cek alfabetis, ejaan nama, inisial, tahun, judul, nama jurnal, volume, isu, halaman, DOI, dan URL. Jika kamu memakai manajer referensi, sinkronkan ulang hanya setelah metadata dibersihkan. Jangan membiarkan judul artikel seluruhnya huruf kapital hanya karena database menampilkannya begitu.

Terakhir, cek fungsi sumber dalam paragraf. Sitasi tidak hanya harus benar secara teknis, tetapi juga relevan. Jika sebuah sumber tidak jelas mendukung kalimat sebelum atau sesudahnya, pindahkan, tambahkan penjelasan, atau hapus. Struktur paragraf akademik yang rapi juga membantu penempatan sitasi; lihat Alur blok kalimat untuk struktur paragraf akademik jika paragrafmu terasa seperti kumpulan kutipan.

Before you move on: checklist sitasi APA 7

  • Setiap kutipan dalam teks punya pasangan di daftar pustaka.
  • Setiap entri daftar pustaka benar-benar dikutip di dalam draf.
  • Nama belakang penulis dan tahun konsisten antara teks dan daftar pustaka.
  • Sumber dengan tiga penulis atau lebih memakai “et al.” dalam kutipan dalam teks.
  • Kutipan langsung mencantumkan halaman, paragraf, bagian, atau lokasi spesifik.
  • Parafrase tidak hanya mengganti beberapa kata dari sumber asli.
  • Judul artikel memakai kapitalisasi kalimat sesuai APA 7.
  • Nama jurnal dan volume ditulis miring.
  • DOI ditulis sebagai tautan https://doi.org/... jika tersedia.
  • URL sumber web aktif dan berasal dari sumber yang kredibel.
  • Daftar pustaka disusun alfabetis berdasarkan penulis pertama.
  • Pedoman kampus sudah dicek jika ada variasi lokal, misalnya penggunaan “hlm.”.

Tautan internal yang direkomendasikan

(Metadata sistem build — jangan hapus bagian ini)


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan sitasi APA 7 dan daftar pustaka?

Sitasi APA 7 di dalam teks adalah rujukan singkat, biasanya nama belakang penulis dan tahun. Daftar pustaka adalah informasi lengkap sumber yang diletakkan di akhir tulisan. Keduanya harus cocok: sumber yang muncul di teks harus ada di daftar pustaka, dan entri daftar pustaka sebaiknya hanya berisi sumber yang dikutip.

Berapa banyak referensi yang dibutuhkan untuk makalah S1 atau tesis magister?

Jumlah referensi bergantung pada jenis tugas, bidang, panjang tulisan, dan pedoman kampus. Makalah pendek bisa memakai lebih sedikit sumber daripada skripsi atau tesis magister, tetapi kualitas dan relevansi lebih penting daripada jumlah. Jika dosen memberi rentang minimum, ikuti itu lalu pastikan setiap sumber benar-benar dipakai dalam argumen.

Apakah semua paragraf harus memiliki sitasi?

Tidak semua paragraf harus memiliki sitasi, tetapi setiap klaim yang berasal dari teori, data, definisi, atau temuan orang lain perlu diberi sumber. Paragraf analisis pribadi dapat memuat lebih sedikit sitasi jika masih jelas merespons sumber yang sudah dibahas. Jangan menaruh satu sitasi di akhir paragraf panjang jika paragraf itu memuat beberapa klaim dari sumber berbeda.

Bagaimana cara menulis sitasi APA 7 untuk sumber tanpa penulis?

Jika tidak ada penulis personal atau organisasi, gunakan judul sebagai posisi penulis dalam kutipan. Untuk judul panjang, pakai bentuk pendek yang tetap mudah dikenali dan cocok dengan entri daftar pustaka. Jika sumber tidak jelas penulis, tanggal, atau penerbitnya, pertimbangkan kembali apakah sumber itu layak dipakai.

Apakah mahasiswa boleh memakai generator kutipan APA edisi 7?

Boleh, tetapi hasilnya harus diperiksa. Generator sering salah membaca nama penulis, kapitalisasi judul, nomor volume, atau DOI. Pakai generator sebagai alat bantu awal, bukan sebagai pengganti pengecekan sumber asli.

Kapan perlu mencantumkan halaman dalam format sitasi APA?

Halaman wajib dicantumkan untuk kutipan langsung. Untuk parafrase, halaman tidak wajib, tetapi boleh ditambahkan jika kamu merujuk bagian yang sangat spesifik dari buku atau laporan panjang. Dalam naskah berbahasa Indonesia, beberapa kampus menerima “hlm.”, tetapi ikuti pedoman institusi jika sudah ditentukan.